Bagaimana Cara dan Seberapa Penting Bagimu Menjaga?

Hai pembaca!

Dalam hidup ini, tentu kita pernah menerapkan sikap 'menjaga' baik menjaga sesuatu yang diamanahkan, menjaga barang-barang yang kita punya, menjaga perasaan orang lain, dan menjaga hal yang kita anggap penting lainnya.

Bagaimana Cara dan Seberapa Penting Bagimu Menjaga?

Bagaimana Cara dan Seberapa Penting Bagimu Menjaga

Lalu bagaimana caramu menjaga hal itu? Dan seberapa penting sikap menjaga bagimu?

BOY:

Satu hal yang penting dijaga adalah perasaan sendiri. Kebanyakan orang-orang sekarang lebih memilih cuek, meski beberapa orang masih berusaha untuk menjaga perasaan orang lain. Jadi, kalau bukan kita yang menjaga perasaan sendiri, siapa lagi?

Cara menjaganya adalah dengan memilah dan memilih. Memilah perlakuan dan omongan orang lain, serta memilih yang mana yang perlu kita anggap penting. Sisanya, abaikan saja.

NADYA:

Kalo menurutku, yang penting itu menjaga kepercayaan orang lain. Karena menurutku, berdasarkan beberapa pengalaman, banyak hal-hal baik datang dari situ. Untukku secara pribadi, ada rasa puas dan bangga ketika seseorang memercayakan sesuatu kepadaku. Aku merasa kayak aku ini orang yang bisa diandalkan.

Cara menjaganya adalah dengan tetap melaksanakan kesepakatan yang sudah dibuat di awal. Jangan ditambah atau dikurangi. Berusaha melakukan yang terbaik saja.

ISAN:

Menjaga perkataan atau ucapan. Karena kita sering tak sadar apa yang telah kita ucapkan mungkin menyakiti hati orang. Mungkin baginya tidak menyakitkan, tapi tidak bagi orang yang tersakiti, karena keadaan mereka berbeda. Mulutmu harimaumu. Kata-kata lebih menusuk dari pedang karena banyak makna yang terkandung di dalamnya, yang bisa memberikan daya magis bagi pendengarnya.

Cara mengatasinya adalah dengan mengingat kembali apa yang telah keluar dari mulut kita, lalu mencoba memahami perasaan orang yang tersakiti itu, dan lebih cerdas dalam memilih kata-kata.

FIQRI:

Hal yang menurut aku penting untuk dijaga adalah lisan. Komunikasi merupakan hal yang penting dalam hidup bersosial, tetapi komunikasi tersebut bisa menyebabkan pertengkaran karena lisan kita berkata-kata yang tidak ada manfaatnya. Mulutmu harimaumu.

Jika tidak mampu berkata baik, maka diam jalan yang paling bijak. Diam itu emas.

FETTY:

Menurutku, hal yang paling penting untuk dijaga itu adalah akhlak. Percuma kalau punya ilmu tinggi tapi tidak berakhlak. Lebih baik bodoh tapi berakhlak daripada pintar tapi tak berakhlak.

Minimal, kita bisa menjaga perasaan orang. Selalu ucapkan kata sakti: maaf dan terimakasih.

ARIF:

Salah satu hal yang penting menurutku adalah hidup tenang. Bagaimana cara menjaganya adalah dengan mengabaikan segala hal yg dapat mengganggu ketenangan hidupku, seperti perkataan dan tindakan orang lain, soal dan hasil ujian, bahkan nih, ya, pemikiranku sendiri. Kalau itu mengganggu ketenanganku, bakal aku abaikan juga. I'm a selfish, yeah.

DWITA:

Bagiku hal terpenting dari sebuah menjaga adalah menjaga diriku sendiri. Menjaga diri sendiri berarti juga menjaga hati dan pikiran. Alasannya karena menjaga diri sudah banyak memengaruhi hidupku dari segala sisi, entah itu di lingkungan sosial maupun untuk diri sendiri. Menjaga hati, ngelatih diri untuk tetap peduli, introspeksi. Menjaga pikiran, ngelatih diri untuk pandai bersikap, dan stay to be calm and positive, menanggapi semua hal yang kuterima. Kalau udah pintar jaga diri berarti sudah bisa berdikari. Apa pun masalah bisa diatasi dan dihadapi dengan enak tanpa harus banyak menyusahkan orang banyak.

Cara menjaganya: tetap peduli sama orang tapi punya waktu untuk diri sendiri. Tetap berpikir positif walaupun hal-hal janggal kadang juga terpikir di sekitarku dan punya mindset kalau apa pun yang kulakukan bakal ada resiko dan dampaknya.

RINA:

Salah satu hal penting menurut saya adalah menjaga hubungan baik dengan sesama, termasuk orang tua dan keluarga. Karena dengan demikian hidup akan terasa damai dan bermanfaat. Caranya: mampu menerima kelebihan dan kekurangan sesama, mau mengerti akan posisi dan keadaan sesama, tidak mengeluarkan emosi negatif yang meluap-luap ketika ada orang yang berbuat salah kepada kita (artinya tidak gampang marah dan mengambil kesimpulan yang bersifat negatif. Marah itu hal yang biasa asalkan jangan bertahan dan mendendam), mau memaafkan dan meminta maaf. Praktik memang tak semudah teori, tapi saya yakin kalau ada keinginan dari dalam diri, hal apa pun yang menghalangi kita untuk melakukannya maka kita tidak akan mudah goyah dan akan tetap bertahan untuk menjaganya.

ROBBY:

Kalau menurutku menjaga sikap adalah yang terpenting.

Kita harus mampu memosisikan dengan siapa kita berbicara. Jika berbicara dengan orang tua, kita harus sopan. Berbicara dengan adik harus yang baik-baik. Berbicara dengan benda mati, kita dianggap gila.

WAWA:

Menjaga itu penting buatku. Menjaga amanah, barang, perasaan, dan sebagainya. Apa pun itu.

Cara menjaganya berbeda-beda.

Cara menjaga amanah: melakukan seperti yang diminta atau dipercayakan. Ketika seseorang berkata, "Tolong berikan ini pada A." Aku akan berusaha untuk menyampaikan amanah itu langsung pada si A, tanpa pihak perantara.

Cara menjaga barang: meletakkannya di tempat yang aman. Memberikan perlakuan yang sesuai pada barang tersebut. Menggunakan barang dengan hati-hati dan tidak menjadikannya sasaran kemarahan.

Cara menjaga perasaan: mencoba berada di posisinya, menyelami pikirannya, dan menyesuaikan cara berkomunikasi. Memberi masukan ketika diminta. Tidak baperan. Berusaha berpikir positif dan objektif.

HERA:

Banyak hal yang perlu dijaga dalam hidup ini demi kebaikan diri sendiri sekaligus membuat diri menjadi lebih baik. Seperti menjaga ucapan dan perilaku, menjaga pikiran, menjaga kualitas ibadah.

Ucapan bisa menyembuhkan dan sebaliknya, bisa juga menghancurkan. So, bicara baik atau diam.

Menjaga perilaku sama pentingnya dengan ucapan. Perilaku yang baik dapat mendatangkan kebaikan, dan sebaliknya.

Menjaga pikiran juga tak kalah pentingnya. Tak ada yang lebih indah dan menenangkan dari memiliki pikiran yang positif dan menjaganya agar selalu begitu.

Menjaga kualitas ibadah adalah yang terpenting di antara semuanya. Jika ibadah mampu dilaksanakan dengan hati yang ikhlas dan hanya mengharapkan keridaan Allah semata (termasuk salat, puasa, dan lainnya) maka insya Allah aspek lain dalam kehidupannya mampu dijaga. Habluminallah wa habluminannas. Hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia lainnya.

Sebab menjaga tak perlu keahlian khusus. Hanya butuh kesadaran diri, kemauan, dan tindakan.

SYIRAH:

Kalau menurutku, menjaga itu sangat penting. Karena tanpa menjaga, kita akan bisa kehilangan sesuatu yang kita jaga. Contohnya: kepercayaan. Jika kepercayaan orang lain pada kita hilang karena kita tidak menjaganya, maka kepercayaan yang diberi pada kita itu benar-benar hilang. Artinya, orang lain tersebut akan sulit menaruh kepercayaan pada kita.

Cara menjaganya, ya, kita harus meletakkan kepercayaan itu di hati. Sadar kalau kepercayaan yang diberikan pada kita benar-benar harus dijaga. Memikirkan apa dampak negatif yang terjadi jika kepercayaan itu tidak kita jalankan sebagaimana mestinya.

0 Response to "Bagaimana Cara dan Seberapa Penting Bagimu Menjaga?"

Posting Komentar