Kriteria Dosen Yang itu Baik Seperti Apa Ya?

Dosen adalah salah satu profesi yang sangat populer di dunia pendidikan. Menurut KBBI, dosen merupakan tenaga pengajar pada perguruan tinggi. Menjadi dosen bisa dikatakan sebagai sebuah pilihan. Seseorang yang berkarir menjadi dosen berarti memilih untuk berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia. Sayangnya, di perguruan tinggi sering terdengar protes-protes dari berbagai pihak mengenai "bagaimana seharusnya dosen bersikap".

Kriteria Dosen yang Baik itu Seperti apa ya…?

Dosen Yang itu Baik Seperti Apa Ya

Nah, gimana sih kriteria dosen yang baik itu? Yuk, simak jawaban anak BC.

BOY:
Kriteria dosen yang baik:

  • Mengerjakan segala tanggung jawabnya baik di kelas maupun di luar (tugas-tugas dosen).
  • Bersahabat tapi tegas.
  • Nggak otoriter. Misalnya: siswa telat disuruh keluar, sedangkan dia datang 10 menit sebelum bubar nggak masalah.

ISAN:
Dosen yang baik itu adalah dosen yang inspiring (menginspirasi) dan motivating (memotivasi). Selalu ada hal baru yang mahasiswa dapatkan setiap keluar dari kelas. Meskipun ilmunya tinggi, banyak pengalaman (baik itu pernah mengenyam pendidikan di luar negeri), tidak terkesan meninggikan diri atau membanggakan dirinya. Tidak arogan. Mau mendengarkan opini dan argumen setiap mahasiswanya. Tidak penuh tuntutan, karena tak ada mahasiswa yang sempurna.

FIQRI:
Dosen yang baik itu dosen yang bergaul dan mau dekat dengan mahasiswa. Dosen bisa menjadi teman sehingga terjalin kedekatan emosional antara dosen dan mahasiswa. Jika sudah akrab, dosen bisa memberikan semua ilmunya pada mahasiwanya (walaupun itu jarang terjadi hihihi). Juga, dosen merupakan sosok yang mau berbagi pengalaman di lapangan (tidak sekadar memberi teori-teori saja).

BETHA:
Dosen yang baik adalah dosen yang bisa jadi teladan. Dia tidak hanya mengajarkan tentang apa yang ada di buku, tapi dia juga mengajarkan cara belajar yang benar, dan menstimulasi pemikiran kritis dari mahasiswa. Selain itu, dia juga sosok yang tidak enggan untuk berbagi pengalaman-pengalamannya terkait bidang yang diajarkannya. Karena kan ada gitu dosen yang mau ilmunya itu dia simpan buat dirinya sendiri saja.

SYIRAH:
Dosen yang baik menurutku adalah dosen yang rajin masuk kelas tapi tiap kali masuk kita tidak pernah bosan karena dia tidak killer (tidak membuat mahasiswa ketakutan). Intinya pembelajarannya tidak monoton (hanya terpaku pada satu pembahasan) tapi diselingi candaan atau pesan-pesan inspiratif dan apa pun itu yang tidak membuat kelas terasa kaku.

FETTY:
Guru yang baik menurutku adalah guru yang tidak selalu memberatkan siswanya dengan hanya sekedar memberi tugas, tapi mampu membuat siswanya paham. Guru juga harus memberikan kisah-kisah inspiratif yang bersifat membangun semangat para siswanya bukan hanya curhat tentang kehidupannya.

Guru yang bersikap lembut tapi tegas, juga tidak membeda-bedakan siswa satu dengan yang lain. Mempunyai sifat terbuka dan harus bisa menjadi pendengar yang baik di saat siswanya percaya kepada gurunya untuk di jadikan sebagai tempat curhat. Tidak berkata kasar kepada siswa, melainkan memberikan contoh perkataan yang baik karena selain akan berpengaruh positif pada siswa, itu merupakan doa juga. Guru bisa dikatakan sebagai orang tua di sekolah. Keridaan Tuhan terletak pada rida orang tua, jadi siswa harus bisa mencari keridaan guru. Guru juga harus memberikan ridanya pada siswa.

DWITA:
Dosen yang baik di mataku adalah dia yang tulus ngajari mahasiswanya dengan cara menunjukkan beberapa sikap: tidak bentak sana-bentak sini, tidak bersikap arogan seolah dia mahatahu segalanya. Tidak gengsi mengakui kekhilafannya manakala ada teori yang tidak sesuai karena kebanyakan dosen menganut pasal 1 dan 2 seperti yang sering digaungkan ke mahasiswa ketika mereka kesal. Pasal 1, dosen nggak pernah salah. Pasal 2, jika dosen salah kembali ke pasal 1.

Tetap berbaur dengan mahasiswa dan suka senyum kalo mahasiswanya nyapa (tidak bersikap eksklusif). Dan hal yang paling penting dari tindakan terbaik seorang dosen adalah tetap menghargai hak dan kewajiban mahasiswanya meskipun si mahasiswa ini bukan main menjengkelkannya, karena gimana pun dosen dan mahasiswa juga sama-sama manusia.

WAWA:
Secara teori, dosen yang bagus memiliki 4 kompetensi guru/dosen seperti yang Permendikbud minta. Keempat kompetensi itu: kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Kalau dalam praktiknya, dosen yang bagus menurutku adalah dosen yang bisa memotivasi, menginspirasi, dan membuka wawasan mahasiswanya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Dosen yang niatnya memang mau jadi pendidik dan pengajar (panggilan nurani), bukan karena dirinya nggak mau susah "hanya jadi guru", atau hanya supaya gajinya lebih tinggi dan strata sosialnya terangkat di mata masyarakat.

Dosen yang sikap dan tindakannya bisa jadi teladan

Satu kutipan yang sangat menginspirasiku berasal dari William Arthur Ward,  "The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires." Yang intinya: guru biasa-biasa saja mampu memberitahu, guru yang baik mampu menjelaskan, guru yang unggul mampu mendemostrasikan/memeragakan/mencontohkan, dan guru yang hebat mampu menginspirasi. Artinya, nggak ada tempat untuk guru/dosen yang nggak mau berusaha jadi guru/dosen yang baik.

HERA:
Dosen yang baik itu yang nggak hanya menuntut haknya pada mahasiswa tapi juga melaksanakan kewajibannya. Maksudnya, nggak cuma menuntut mahasiswa ngerjain banyak tugas tapi juga seharusnya beliau bersedia menghadiri perkuliahan dan meluruskan (mengklarifikasi) di setiap akhir diskusi supaya pembahasan tentang suatu topik jadi jelas (clear).

Dosen yang nggak sesuka hatinya bilang nggak masuk atau pindah jam tiba-tiba. Pasalnya, kalo di jadwal masuk jam 10, lalu di pagi hari di hari yang sama beliau mengabarkan kalau kelas dipercepat jadi jam 8, gimana dengan mahasiswa yang rumahnya jauh dari kampus?

Selain itu, dosen yang baik adalah dosen yang penilaiannya jelas. Jangan cuma karena kenal dan suka sama si Anu jadinya kasih nilai A. Sementara ada mahasiswa lain yang nggak pernah absen/telat, selalu ngumpul tugas, dan memenuhi semua tugas lainnya tapi "hanya" dikasih B karena nggak kenal. Padahal terkadang yang dapat A itu belum tentu memenuhi semua yang sudah dilakukan oleh mahasiswa yang dapat B.

Kemudian, dosen yang suka menyelipkan cerita pengalamannya ditengah-tengah perkuliahan (entah kenapa ini lebih menarik wkwkw).

RINA:
Dosen yang baik dilihat dari sudut pandang mantan mahasiswa: secara teori dosen yang baik itu tentu memegang keempat kompetensi yang telah disampaikan oleh Wawa⁩ di atas. Secara praktik, dosen yang baik itu juga tidak jauh dari kompetensi tersebut. Di mana seorang dosen harus bertanggung jawab dengan tugasnya tidak hanya sekedar menjalankan tugas akan tetapi menjiwai tugas tersebut. Seorang dosen harus mampu membangun mahasiswanya menjadi seorang pemikir yang kritis akan apa yang diajarkannya. Tidak hanya berfokus pada teori. Tidak menempatkan dirinya sebagai raja akan tetapi sebagai pelayan. Dengan demikian, seorang dosen tersebut mampu menjadi orang tua sekaligus teman yang baik.

AMRU:
Ngasih nilai A dan jarang masuk, itu dosen yang baik.

NADYA:
Menurutku dosen yang baik itu yang konsisten, apa yang dia janjikan/tugaskan, maka itulah yang benar-benar dibuat. Juga bersahabat, tapi tetap tegas. Jadi, meskipun bersahabat, mahasiswa tetap hormat sama dia.

Cara mengajarnya juga asik, banyak inovasi, kasih tugas juga wajar dan (kalau bisa) tugasnya menyenangkan.

ARIF:
Menurut aku, dosen yang baik adalah dosen yang benar-benar memiliki 4 kompetensi guru/dosen. Awalnya mikir kriteria lain, tapi ternyata masih berhubungan dengan salah satu kompetensi itu.

Satu hal sih yang jadi tambahan, sebenarnya ini termasuk ke kompetensi pedagogik, tapi aku rasa ini perlu diangkat. Bahwa dosen yang baik harus mampu melihat mahasiswa dari berbagai sudut pandang, nggak hanya dari kognitif, melainkan dari aspek lain seperti psikomotorik dan afektif. Ini direalisasikan dengan tidak hanya menjadikan ujian tertulis sebagai tolok ukur penilaian, tapi juga mempertimbangkan kemampuan praktikal dan perilaku mahasiswa. Hal ini tentu saja setelah pembekalan keterampilan yang diberikan dosen kepada mahasiswa.

0 Response to "Kriteria Dosen Yang itu Baik Seperti Apa Ya?"

Posting Komentar